Kompon cepat habis
“Pilih yang intermediate. Cirinya kembangannya banyak. Jangan pilih yang kembangan sedikit, apalagi yang slick, berbahaya,” ujar Dodiyanto dari Marketing New Development Division PT Gajah Tunggal, Tbk., produsen ban IRC, Tangerang.
Pastinya, ban racing untuk daily use bisa berhadapan dengan kondisi aspal yang beragam dibanding aspal di trek balapan. Ada yang sudah aspalnya bagus, berpasir, ada genangan air, sampai mengandung beton.
“Patern atau kembangan fungsinya membuang air. Seandainya ban racing yang ada kembangan dipakai pas hujan jadi enggak licin. Berbeda kalau ngarahnya ban slick,” beber Riza, Marketing Development Manager PT Suryaraya Rubberindo Industries, pabrikan karet bundar FDR, Cileungsi, Jawa Barat.
Kerugian akan dirasakan kalau lebih memilih ban racing skubek paternnya sedikit, malah mengarah ke slick alias botak. Seandainya hujan, apalagi sampai air menggenang yang kembangannya sedikit, air jadi penghambat. “Akan licin. Bahaya jadinya,” pasti Riza.
Ada lagi yang bisa merugikan skubekers harian kalau menggunakan ban racing compound. Usia pakainya jauh lebih pendek dibanding karet bundar yang memang untuk harian. Alasannya jelas kok karena compound kompetisi sangat lembek supaya mendapatkan traksi maksimal ke aspal.
“Karena compoundnya lembut ban racing jadi cepat habis. Seandainya ban harian bisa dipakai 1 tahun, ban racing paling lama 2 bulan untuk jarak yang sama dengan harian,” ungkap Dodi.
Kamis, 20 Oktober 2011
Ban Racing Untuk Harian
Kamis, 14 Juli 2011
Ban Nitrogen, Lebih Awet dan Aman Bro!
Kedua ban wajib diisi angin yang sama
Minggu, 26 Juni 2011
Pakai Helm Mencegah Kelumpuhan
Sumber: autoevolution
TIPS Gas nyangkut
Bagi pemilik Honda 125 series(karisma,supra x 125,kirana) lama tentunya sudah ada yang pernah mengalami gas manjer/gantung/rpm tidak mau turun.Hal ini tentunya membuat pengendara tidak nyaman bahkan membahayakan.Apabila pernah mengalami tidak ada salahnya bila cek beberapa komponen terkait.
1. kabel gasPart yang pertama kali kita cek tentunya kabel gas,karena ini berhubungan langsung dengan karburator.Pastikan kabel gas tidak seret.apa bila sudah seret atau bahkan cenderung macet berilah pelumasan menggunakan oli baru.Apabila sudah dilumasi ternyata masih cenderung seret maka harus ganti kabel gas.
2.Per skepPeriksa apakah per skep masih normal kelenturanya.
3.Grip gasAda kalanya grip gas terasa seret karena terganjal kotoran. Bersihkan pipa steering apabila terjadi penumpukan kotoran dengan amplas.Lumasi pipa steering sebelum grip gas dipasang.
4.throtle valveApabila ketiga part terkait diatas sudah dipastikan dalam kondisi baik tetapi gas masih terasa gantung silakan cek throtle valve/skep. Biasanya untuk motor yang sudah lama sering terjadi keausan di lapisan badan throtle.Hal ini mengakibatkan udara menerobos masuk melalui sela sela throtle valve dengan dinding rumah throtle sehingga AFR berubah.