Kamis, 20 Oktober 2011

Trik Aman Buka Busi, Cegah Mur Slek


Membuka busi, bagi orang awam kelihatannya memang gampang. Apalagi part ini didukung kunci khusus pembukanya, jika dibandingkan dengan komponen lain yang bisa dibuka pakai kunci universal juga mudah didapat.

Tapi, semudah melepas busi, pemilik motor pun juga mesti tahu teknik atau cara membuka yang benar. Jangan sampai saat melepas busi membuat permukaan mur di badan busi jadi slek atau bahkan menyebabkan keramik di bodi busi jadi patah. Sehingga busi tidak bisa digunakan lagi dan menyebabkan mesin motor jadi gak hidup.

Supaya pemilik motor tidak mengalami hal seperti itu, berikut ini cara paling aman membuka busi. Pertama, pastikan ukuran kunci busi pas dengan busi yang mau dilepas juga tidak slek. Lalu arahkan ke badan busi dan pastikan posisinya benar-benar lurus. Baru deh gagang pembuka di kunci diputar berlawanan arah. Busi pun dapat diputar keluar.

Aman kan…
 

Baca Selengkapnye....

Tips menyetel kopling di Supra X 125

Sediakan peralatan sbb:

1. Obeng (-) sedang
2. Kunci Ring 14-17

Langkah penyetelan :

1. Kendorkan Mur pengunci baut stelan kopling dengan kunci ring 14 ke arah kiri hingga kendor.
2. Putar baut penyetel kearah kanan (searah jarum jam) hingga terasa ada sentuhan, lalu putar kembali kearah kiri hingga mentok (terasa ada sentuhan) dan berhenti.
3. Putar kembali baut penyetel kearah kanan sebanyak 1/4 - 1/8 putaran.
4. Kencangkan Mur pengunci kearah kanan hingga baut penyetel terkunci.

Periksa hasil penyetelan dengan cara
• Hidupkan mesin,
• Masukkan persnelling pada gigi 1 dan tahan pedal persnelling
• Putar gas hingga seperempat putaran atau kurang lebih 1000-2000RPM
• Perhatikan roda belakang, apabila diam atau bebas, artinya penyetelan berhasil, apabila terus berputar, berarti penyetelan belum tepat, maka harus diulang langkah diatas.


sumber : http://gerlin12.blogspot.com/2010/03/tips-menyetel-kopling-di-supra-x-125.html  

Baca Selengkapnye....

Agar Motor tetap Kinclong

Sering kali kita terlena dalam merawat motor, sehingga lalai akan cat kendaraan tersebut. Apalagi motor tersebut sering diparkir di tempat yang terkena matahari langsung (terik) yang menyebabkan warna bodi motor terihat kusam. Berikut, beberapa tips untuk merawat warna cat motor Kesayangan anda :
1. Hindari parkir di bawah terik matahari
Saat memarkitr motor di tempat parkir terbuka, hindari panas matahari langsung dan angin. Debu yang bercampur panas terik matahari dapat membuat rusak cat lapisan pelindung cat motor anda, sehingga warna menjadi kusam.
2. Hindari Air Hujan (jangan terlalu sering terkena air hujan)
Tingkat keasaman air hujan sangat tinggi, sehingga dapat merusak warna bodi motor anda menjadi kusam. Bahkan bagian bodi motor dari logam dapat termakan korosi. Apabila terlanjur terkena air hujan, segera cuci kendaraan anda dengan air bersih.
3. Hindari Air garam
Air laut berikut uapnya dapat mengakibatkan bagian bodi terkena karat dan memperpendek umur motor anda.
4. Hindari Mencuci motor dengan sabun colek.
Sabun colek mengandung zat yang punya sifat kasar yang dapat menggores cat di permukaan bodi motor. Kalu tetap memakai sabun cream, gunakan sabun dan spons lembut/lap chamois agar warna motor tetap awet.
5. Jangan terlalu sering menggunakan zat kimia atau cairan untuk mengkilapkan warna cat Zat tersebut akan mengikis lapisan cat bodi motor sehingga warna akan menjadi kusam dan cat menjadi pudar.


sumber : http://catmotor.wordpress.com/2007/02/05/agar-motor-tetap-kinclong/

Baca Selengkapnye....

Kamis, 14 Juli 2011

Ban Nitrogen, Lebih Awet dan Aman Bro!



 Kedua ban wajib diisi angin yang sama
Penggunaan angin Nitrogen di motor memang belum lazim digunakan. Alasannya karena penggunaannya masih dirasakan belum sepenting di roda empat. Yakni beban berat dan kecepatan tinggi. 

Tapi, aplikasi angin Nitrogen ini punya kegunaan khusus. “Pemakaian Nitrogen menjaga kondisi tekanan ban tetap stabil. Dengan dua roda, kondisi ini makin membuat nyaman dan aman pengendara,” beber Dodiyanto, New Product Development PT Gajah Tunggal, produsen IRC. 

Ban yang terus menerus berputar akan menghasilkan panas. Pada angin biasa atau oksigen, kenaikan tekanan bisa mencapai 5-6 psi. Sedangkan pada Nitrogen relatif lebih stabil. “Paling 1 psi,” lanjut Dodiyanto lagi.

Makanya, penggunaan unsur kimia dengan lambang N ini akan membuat ban menjadi lebih aman. “Semakin besar tekanan pada ban, bagian yang menapak akan lebih kecil. Ini yang bisa membuat bahaya sekaligus tidak nyaman,” tambah Gunawan, Sales Representatif, PT Industri Karet Deli, produsen ban Swallow.

Penggunaan angin Nitrogen ini bisa dipakai pada ban tubeless atau tube type. “Untuk kekuatan biasanya pabrikan menyarankan dipakai di ban tubeless,” sebut Dodiyanto yang sehari-hari berkantor di kawasan Gajah Mada, Jakarta Barat. 

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan jika menginginkan pengisian dengan angin Nitrogen ini yakni agar kedua ban wajib diisi dengan Nitrogen. Jangan salah satu Nitrogen satunya angin biasa atau oksigen. Karena kenaikan tekanan pada dua unsur tadi berbeda. Bayangkan jika satu ban dengan naik 6 psi karena pakai angin biasa sedangkan ban lainnya naik cuma 1 psi karena pakai Nitrogen. Bahaya dan nggak nyaman juga kalee ya!



Baca Selengkapnye....

teori bearing racing



 
Seiring perkembangan zaman dan teknologi, sekarang mulai banyak beredar bearing kompetisi. Bearing atau laher, peranti yang berguna untuk menghubungkan antara dua bagian part dalam gerakan linear atau rotasi. Sehingga kedua bagian tersebut, bergerak dengan gaya gesek minimal.

Bearing standar, jarak antara inner ring dan outer ring-nya rapat, sehingga bidang geseknya banyak. Tapi kalau laher racing sebaliknya dan memang poin itu yang dicari. Bagi yang berniat pasang part tersebut di motor standar tak masalah. Tapi perlu diketahui, bearing mesin yang dipakai di motor-motor sekarang sudah menggunakan bearing berkode C3. Jadi kalau mau mengaplikasikan cari yang kode di atasnya, yakni C4 atau C5. 
Tapi tetap ada konsekuensinya karena minim gesekan, suara mesin jadi lebih santer pada rpm rendah. Namun masalah durabilitas, sama kok dengan standarnya. Selain itu, pengantian oli wajib diperhatikan, karena ikut mempengaruhi kinerja bearing.

Ada 4 merek yang umum beredar di pasaran, tapi jangan lupa Kalau mau mengganti harap diingat seri yang tertera pada badan si bearing, karena hal itu akan jadi patokan pada saat pembelian.

SKF (Svenska Kugelahaar Fabricen) ini berasal dari Swedia, namun sudah dimanufacturing di Indonesia. Terbukti tangguh untuk lintasan pasar senggol. Terlebih seri C4-nya yang mengandung material keramik, guna memimimalisasi gesekan. Hal ini juga terbukti berperan mengantar Rafid Poppy, pembalap tim SKF Fuchs Star Motor, merebut juara Indonesia di penghujung tahun 2003 di Sentul.
FAG, bearing untuk kruk-as dengan kode 6205TB.P63 high series (untuk Jupiter Z) ini diimpor dari Portugal. Biasa dilepas dengan harga Rp 340 ribu/piece. Ini memang santer di dunia balap. Raungan mesin pada rpm tinggi, kalau pakai produk ini terasa ringan.


Tambahan Teori
Berikut kode C3.


Simbol ini menandakan kerenggangan antar pelor dan dinding punggung bagian dalam. “C3 cocok untuk motor harian”. Makin besar angkanya berarti toleransi kerenggangan antar komponen bearing makin besar pula. Tak heran C3, jika digoyangkan lebih ngoklok dibanding C2.
Angka kerenggangan tsb tercantum dari C2 – C5 tanpa tanda(kosong). Motor dengan putaran mesin tinggi sebaiknya menggunakan laher dengan kerenggangan C4. Salah satu alasannya yaitu di temperatur motor balap jauh lebih tinggi dibanding motor harian, dan ketika suhu memuncak maka bola- bola memuai. Posisi menggelinding jadi pas. Tidak akan macet.

credit to mu5exxx

Baca Selengkapnye....

Merk ban dan harga

sekedar mau share aja nih,,ukuran2 ban dari brbagai maca produsen

dapet dari blog orang,,cari2 di gugel 

*credit to empunya blog 

Spoiler for corsa: 

corsa :


Spoiler for irc: 

irc


Spoiler for mizzle: 

mizzle


Spoiler for swallow tubeless: 



Spoiler for swallow tube type: 



Spoiler for fdr: 



Spoiler for battlax: 





Spoiler for dunlop: 




*biar jelas silahkan klik kanan dan save as

credit to ikan_rawa n semua pemilik blog sebagai referensi 

Baca Selengkapnye....

Tutup Busi Matik Dipakai Bebek, Enggak Gampang Copot!



Dipakai di bebek! Bukan cuma kuat, juga antiair

Awalnya MOTOR Plus ngebahas cop atau tutup busi Yamaha Jupiter-Z geberan Floyrianus Roy yang copot ketika balap. Padahal beberapa tunner bilang, biar nggak gampang lepas katanya diganti punya Mio yang matik. Lho, apa bedanya?

Pertanyaan itu lantas berbuntut panjang. Apalagi kalau penutup part pematik gas bakar memiliki keunggulan, bahkan juga bisa diaplikasi ke varian standar. Dan benar saja, Haris Saktie yang karib disapa Mletis, membeberkan perbedaan sekaligus keungulan keduanya.

“Cop busi Mio lebih rapat, sehingga kuat memegang kepala busi. Makanya dipakai di motor balap Yamaha. Tahu sendiri, motor balap getarannya tinggi. Kalau enggak didukung komponen yang tepat, bisa rugi,” jelas mekanik tim Yamaha Yamalube FDR KYT Trijaya itu.

Dipertegas cah Jogja, dulu sebelum pakai punya Mio karet pelindung di cop busi standar diikat cable tie biar tambah kuat. Meskipun sekarang sudah berkembang adanya pilihan cop busi satu set dengan kabel dan koil. Cuma harganya masih lumayan mahal.
Adapun perbedaan antara kedua komponen ini, dipaparkan Mletis kalau cop busi standar Jupiter-Z dengan Mio bisa diintip dari bentuknya masing-masing.

“Cop busi Mio lebih panjang dikit dari Jupiter-Z. Bahkan karet pelindung untuk memegang bodi busi dan sambungan ke kabel koil jauh lebih tebal dan juga rapat. Wajar kalau pegangan lebih kuat dan cocok untuk motor balap,” imbuhnya.

Eits....bukan cuma cop busi Mio aja lho yang bisa diaplikasi ke bebek Jupiter-Z. Kepala busi skubek seperti Honda BeAT juga bisa dicaplok kabel koil varian bebek Honda lainnya. Seperti ke Supra X sampai ke generasi Blade. Kebetulan ukuran (bukan kode) busi sama.


Karet di chop busi skubek cirinya lebih tebal juga rapat

“Sudah banyak dan sering lakukan di bebek Honda. Apalagi kalau tunggangan sering lewat kubangan atau sering melibas banjir. Saya juga coba dan sudah buktikan kalau motor jarang mati mendadak kalau kena air,” timpal Abdul Syukur alias Adung, mekanik Honda BeAT Club Jakarta (HBCJ).

Dituturkan Adung, dilihat secara fisik bentuk cop busi bebek dan skubek merek Honda terlihat beda pada di ukuran panjang. Punya BeAT sedikit lebih tinggi. Ya, persis kayak Mio dengan Jupiter-Z.

Namun jika lihat lebih detail, perbedaan mencolok tampak pada karet pelindung. “Punya BeAT lebih tebal dan rapat waktu dipasang. Apalagi di bagian atas dilengkapi kuping kecil atau pelindung cipratan air,” jelas mekanik di Jl. Z, RT. 10/5, Kalapa Dua, Jakarta Barat.

Karena lebih tebal, Adung mengklaim masa pakai karet penutup di cop busi BeAT lebih lama. Sedang aslinya yang terlalu tipis gampang mengeras sehingga mudah copot. Begitu juga air, gampang masuk lewat celah yang sudah longgar.

“Untuk pasang cop busi seharga kisaran Rp 35 ribuan ini juga mudah. Caranya tinggal dipelintir cop busi lama berlawanan arah jarum jam sampai copot. Lalu diputar sebaliknya jika ingin pasang cop busi pengganti,” ingat Adung.

Dicoba, deh!



credit to abuuuud n http://motorplus.otomotifnet.com/read/2011/04/19/318397/208/27/Tutup-Busi-Matik-Dipakai-Bebek-Enggak-Gampang-Copot  

Baca Selengkapnye....